PPDB

PENDIDIKAN..... SDN1KARANGSENTUL......BERILMU, BERKUALITAS, BERLANDASKAN IMAN ----------:SDN1Karangsentul.com......Informasi Pengetahuan Populer,dan Edukatif

X

...

Sabtu, 16 November 2013

LESSON STUDY 3

Menciptakan Lingkungan Belajar yang Efektif

Lingkungan  belajar di sekolah dan  kelas terdiri atas lingkungan  fisik  dan  non  fisik yang dapat mempengaruhi  pembelajaran.  Pembelajaran dapat  ditingkatkan  dan  didukung  jika lingkungannya dikelola secara efektif. Pertimbangan penting dalam mengelola lingkungan fisik pembelajaran  dan  menciptakan  lingkungan  belajar  yang  efektif adalah  fleksibilitas dan kemudahan akses.
Dari segi  fleksibilitas,  meja,  kursi,    dan perabot  lain hendaknya  diatur secara  luwes sesuai  dengan  kegiatan  belajar  yang  dipilih.  Misalnya,  ketika  kegiatan  belajar  memakai kerja  kelompok  maka  meja  dan  kursi  perlu  diatur  sedemikian  rupa  sehingga  guru maupun siswa dapat bergerak dalam ruangan dengan aman dan efisien, tanpa terhalang oleh kursi dan meja. Tikar dapat digunakan untuk kegiatan permainan.
Dari  segi  kemudahan  akses,  berbagai  sumber  daya  pembelajaran  yang  praktis  (misalnya buku-buku,  peta,  bola  dunia,  alat  peraga IPA  dan matematika,  dan  lain-lain)  hendaknya disimpan dengan baik dan tersedia serta mudah diakses oleh guru dan siswa.
Sumber daya pembelajaran lain yang berupa tulisan/gambar atau pajangan hasil kerja anak yang  merupakan  lingkungan  belajar  visual  juga  perlu diatur.  Pajangan  hasil  karya  anak dapat  menjadi  contoh  yang  baik  bagi  anak  lainnya  dan  dapat  mendorong  anak  untuk belajar. Perlu diingat bahwa pemajangan terutama ditujukan pada anak supaya anak bisa mendapatkan  manfaat. Karena  itu  tingkat  keterbacaan  pajangan  harus  dilihat  dari  sudut pandang anak (misalnya apakah posisi pajangan tidak terlalu tinggi untuk anak-anak).
Label-label di jendela, kursi dan benda lainnya di ruang kelas membantu menambah kosa kata  dari  benda  yang  dapat  dilihat  anak.  Label  dapat  ditulis  dalam  bahasa  Indonesia, bahasa  daerah,  atau  bahasa  asing  yang  dipelajari  untuk  membantu  anak  beradaptasi dengan lingkungan belajarnya yang baru.
Gambar  dan  poster  dapat  menuntun  dan  mendukung  berbagai  kegiatan  pembelajaran. Gambar  atau  poster  dapat berisi  petunjuk  melaksanakan  tugas,  demonstrasi  tentang prosedur,  contoh-contoh  yang  ditawarkan  atau  pesan  yang  mengingatkan  anak  untuk menjadi pelajar yang efektif.
Selain lingkungan fisik seperti di atas, lingkungan belajar juga berupa lingkungan non fisik, yang terwujud dalam interaksi dan hubungan dikelas dan sekolah.

Interaksi dan Hubungan

Mutu  interaksi  dan  hubungan  antara  guru  dan  siswa  ikut  berperan  dalam  menciptakan kondisi belajar yang  efektif. Guna mendukung kondisi belajar yang  efektif, interaksi dan hubungan yang ada haruslah bersifat:
•    Jelas dan singkat
•    Positif dan suportif
•    Adil dan tidak bias/ timpang
Instruksi  atau  peragaan  yang  diberikan  oleh  guru  harus  jelas  dan  ringkas.  Ini  berarti berbicara  dengan  suara  yang  jelas,  menggunakan  bahasa  yang  dapat  dipahami  anak,  dan menyesuaikan dengan lamanya daya konsentrasi anak.
 Interaksi  dan  hubungan  yang  bersifat  positif  dan  suportif  akan  mengarahkan  anak  pada perilaku  yang  lebih  baik,  meningkatkan  rasa  percaya  dirinya,  serta  menunjang peningkatan prestasinya. Penggunaan ancaman, kata-kata yang merendahkan, atau tindak kekerasan  terhadap  anak  adalah  pelanggaran  terhadap  hak  anak  dan  merupakan  tindak kriminal menurut hukum yang berlaku di Indonesia. Guru juga harus bertindak adil dan tidak bias, memperlakukan semua anak dengan sama, tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, kemampuan, latar belakang keluarga maupun agama.

Selain berinteraksi dengan cara yang baik dengan siswa, guru perlu menciptakan interaksi dan  hubungan  antar  anak yang  sehat  karena  interaksi  dan  hubungan  antar  anak  juga membantu menciptakan kondisi belajar yang efektif.
 Anak-anak akan meniru perilaku gurunya. Jika guru memperlakukan anak dengan hormat dan tanpa kekerasan, anak-anak juga akan memperlakukan satu sama lainnya dengan cara yang sama.
Melalui  kegiatan  kelompok,  anak  belajar  untuk  menghormati  pendapat  setiap  orang, menunggu giliran dan menolong satu sama lain.

Cara Mengelola Siswa Klasikal

Strategi  ini  biasanya  dipakai  pada  saat  guru  ingin  semua  siswa  mendapatkan  informasi yang  sama,  misalnya:  pada  saat  awal  pelajaran  ketika  siswa  dan  guru  bersama– sama berdiskusi atau guru menjelaskan apa yang akan dilakukan sebelum kegiatan inti dimulai atau waktu menutup pelajaran dengan membimbing siswa mengingat apa saja yang telah mereka pelajari.

Kegiatan Kelompok

Kegiatan ini sangat baik dipakai pada saat guru ingin:
•  siswa saling belajar dari temannya
•  membangun kemampuan berkomunikasi
•  membangun keterampilan bersosialisasi
•  membangun sikap inklusif (menghargai perbedaan di antara sesama teman)
•  membangun keterampilan bekerja dalam tim
•  membangun keterampilan kepemimpinan

Kegiatan Individu

Strategi  ini  dapat  digunakan  pada  saat  guru  ingin  melihat  potensi  atau  masalah  belajar setiap  siswa  dalam  belajar.  Kegiatan  ini  dapat  pula  dipakai  untuk  menghasilkan  tugas–tugas yang diperlukan untuk pelajaran tertentu, misalnya mengarang, membuat  refleksi, menceritakan  kembali, membuat  soal  cerita  (matematika), melakukan penelitian, dll.

Tidak ada komentar: