PPDB

PENDIDIKAN..... SDN1KARANGSENTUL......BERILMU, BERKUALITAS, BERLANDASKAN IMAN ----------:SDN1Karangsentul.com......Informasi Pengetahuan Populer,dan Edukatif

X

...

Kamis, 09 Mei 2013

BERMAIN, BELAJAR DAN BEROLAHRAGA DALAM PENDIDIKAN JASMANI


By: SYAWALUDIN LATIF
     
        Pada dasarnya manusia terlahir di dunia tidak terlepas dari bermain. Telah diakui kebenarannya bahwa hidup manusia sejak dari kecil tumbuh dengan melewati beberapa macam bentuk pengalaman bermain. Beragam jenis permainan bagi anak bahkan orang dewasa sekalipun dari yang sederhana sampai yang menarik perhatian. Dari mempelajari perkembangan individu manusia beserta sejarahnya, maka permainan itu ada. Oleh karena itu manusia tumbuh tidak dapat mengelakkan alam permainan.

        Suatu ketika saya mengamati anak-anak sekolah dasar yang sedang bermain. Di antara mereka ada yang berumur tujuh tahun, delapan tahun, sembilan tahun, sepuluh tahun, sebelas tahun, dan dua belas tahun. Mereka bermain dengan asyiknya, ada yang berlari mengejar temannya, ada yang melompat, melempar dan ada yang mengguling. Ada yang tertawa, ada yang berteriak, bahkan ada pula yang kesal. Sementara anak yang satu memperlihatkan raut wajah kekalahan, yang lain mengekspresikan wajah kepuasan dan kebanggaan. Sementara anak yang satu kelihatan letih, anak yang lain kelihatan segar dan berkeringat. Ketika teman-temannya sibuk bermain anak yang satu sibuk mengamati dan mengatur. Kadang-kadang terjadi pertengkaran. Kadang-kadang terjadi diskusi. Namun akhirnya mereka melanjutkan permainan setelah mendapatkan suatu kesepakatan. Setelah sekian lama bermain akhirnya mereka bubar. Masing-masing anak memperlihatkan wajah yang tersendiri. Ada wajah kepuasan dan ada wajah kekalahan, ada wajah kegembiraan dan ada wajah kebanggaan dan ada pula yang membawa wajah lesu dan kesal. Ada yang pulang dengan keletihan dan ada pula yang pulang dengan kesegaran. Di antara mereka, ada yang pulang sendirian dengan memperlihatkan wajah yang sedang berfikir dan ada yang pulang berkelompok sambil bercerita dan diskusi.

        Pernah saya lontarkan pertanyaan kepada beberapa anak usia sekolah dasar. “Pelajaran apa yang paling kalian sukai?”. Kemudian anak-anak menjawab “ pelajaran penjaskes”. Dari sinilah saya selaku guru pendidikan jasmani mulai terfikir bagaimana memberikan stimulus kepada anak agar dapat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, ketrampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai, serta pembiasaan hidup sehat yang bermuara untuk meragsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis anak yang seimbang.

        Pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan nasional, artinya pendidikan jasmani tidak terfokus pada aspek motoriknya saja, tetapi juga terdapat aspek kognitif dan afektif. Pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas yang di jadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh.

        Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah-sekolah umumnya di sampaikan dalam bentuk permainan dan olahraga. Materi dan isi pembelajaran hendaknya diberikan secara bertahap sehingga tujuan pokok pembelajaran dapat dicapai anak. Untuk itu para guru seyogyanya memiliki rencana pembelajaran yang didalamnya berisi bekal pengetahuan dan ketrampilan tentang strategi dan struktur mengajar untuk peningkatan belajar anak.

        Pendidikan jasmani di sekolah dasar pada hakikatnya mempunyai arti, peran, dan, fungsi yang penting dan strategis dalam upaya menciptakan suatu masyarakat yang sehat. Karena peserta didik di sekolah dasar adalah kelompok masyarakat yang sedang tumbuh berkembang, ingin rasa gembira dalam bermain dan memiliki kerawanan yang memerlukan pembinaan dan bimbingan. Oleh karena itu pendidikan jasmani merupakan suatu wadah pembinaan yang sangat tepat.

        Jika anak bermain atau diberi permainan dalam rangka pelajaran pendidikan jasmani, maka anak akan melakukan permainan itu dengan rasa senang. Karena rasa senang inilah maka anak akan mengungkapkan keadaan pribadinya yang asli pada saat mereka bermain, baik itu berupa watak asli, maupun kebiasaan yang telah membentuk kepribadiannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan bermain orang dapat mengaktualisasikan potensi aktivitas manusia dalam bentuk gerak, sikap, dan perilaku. Dari situasi yang timbul ini maka seorang guru pendidikan jasmani dapat melaksanakan kewajibannya. Sebab dari situasi itu, bilamana perlu, guru dapat memberi pengarahan, koreksi, saran, latihan, atau dorongan yang tepat agar anak didiknya berkembang lebih baik, dan dapat mencapai kedewasaan yang diharapkan.

Bermain mempunyai peranan dalam aspek jasmani pribadi manusia. Sasaran jasmani tersebut sebagai berikut :

a. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Aktivitas bermain pada anak-anak banyak dilakukan dengan aktivitas jasmani. Aktivitas jasmani ini sangat penting bagi anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Gerak mereka berarti berlatih tanpa disadarinya. Dasar gerak mereka menjadi lebih baik, karena kekuatan otot, kelentukan, daya tahan otot setempat, dan daya tahan kardiovaskuler menjadi baik. Di samping itu bertambah panjang dan bertambah besar otot-otot mereka. Dari pertumbuhan mereka, berarti semakin baik pula fungsi organ tubuh nereka, sehingga dapat dikatakan, bahwa dari pertumbuhan mereka, akan terjadi perkembangan yang lebih baik.

b. Kemampuan Gerak

Kemampuan gerak sering juga disebut gerak umum (general motor ability). Kemampuan gerak itu merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan tugas gerak yang spesifik yang agak luas terhadap keterampilan gerak (motor skill) yang banyak.

Kemampuan gerak dalam berolahraga biasanya juga akan memberi pengaruh kepada gerak dan sikap gerak sehari-hari. Kemampuan gerak akan didasari oleh gerak dasar yang baik. Adapun dasar gerak itu ialah, kekuatan otot, kelentukan otot, daya tahan otot setempat, dan daya tahan kardiovaskuler.

Bergerak tidak hanya merupakan kebutuhan alami peserta didik usia sekolah dasar, melainkan dari sisi lain juga dapat membentuk, membina dan mengembangkan individu peserta didik. Sementara itu dari sisi lain aktivitas geraknya dapat meningkatkan kemampuan intelektual peserta didik.

c. Kesegaran Jasmani

Anak yang bermain secara terus menerus, dalam jangka waktu yang lama, merupakan keadaan yang dapat diharapkan berkembangnya kesegaran jasmaninya. Sehingga dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik dan kuat, tanpa kelelahan yang berarti, dan dengan energi yang besar mendapatkan kesenangan dalam menggunakan waktu luang.

Kesegaran Jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah yang berlebihan, serta masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan mendadak. Dengan kata lain Kesegaran jasmani dapat pula didefinisikan sebagai kemampuan untuk menunaikan tugas dengan baik walaupun dalam keadaan sukar, dimana orang yang kesegaran jasmaninya kurang, tidak akan dapat melakukannya.

d. Kesehatan

Kesehatan merupakan karunia Tuhan yang amat berharga namun tidak akan diperoleh dengan sendirinya, melainkan melalui usaha. Tidak ada yang meragukan bahwa kesehatan itu bukanlah segala-galanya, namun segala sesuatu tidak akan ada artinya tanpa kesehatan.


Artikel telah dimuat di MAJALAH ASPIRASI Edisi 104 22 - 29 April 2013, hal: 7


Tidak ada komentar: