PPDB

PENDIDIKAN..... SDN1KARANGSENTUL......BERILMU, BERKUALITAS, BERLANDASKAN IMAN ----------:SDN1Karangsentul.com......Informasi Pengetahuan Populer,dan Edukatif

X

...

Senin, 17 Desember 2018

Rasa Takut dan Fobia Itu Tidak Bisa Disamakan, Ini 5 Pembeda Utamanya! Bukan sinonim lho ya...


unsplash.com/Ayo Ogunseinde

Merasa takut itu wajar saja. Setiap orang pasti memiliki ketakutannya sendiri. Terus, gimana dengan fobia? Apa setiap orang punya fobianya sendiri? Untuk tahu itu, kamu harus tahu dulu apa beda takut dengan fobia. Berikut penjelasannya.

1. Memiliki rasa takut gak berarti juga punya fobia. Justru sebaliknya!

unsplash.com/Asdrubal Luna

Meski banyak orang yang menganggap bahwa artinya sama, namun takut dan fobia itu punya arti yang berbeda. Takut adalah reaksi normal manusia saat menghadapi bahaya. Sementara bagaimana dengan fobia?

2. Rasa takut muncul saat sumber ketakutan ada di depan mata, sementara fobia muncul bahkan saat pemicu gak ada di hadapannya
unsplash.com/Gemma Evans

Ketakutan adalah reaksi terhadap sesuatu yang ada di depan mata. Sementara, kalau fobia muncul dalam pikiran. Bentuknya gak nyata di depan mata.

3. Rasa takut adalah emosi yang wajar dimiliki manusia. Sementara fobia adalah gangguan cemas atau anxiety

unsplash.com/Joanna Nix

Dalam jiwa yang sehat sekalipun, manusia wajar saja mengalami rasa takut. Sementara, fobia adalah perasaan takut yang berlebihan dan gak beralasan.

4. Rasa takut terhadap sesuatu bisa hilang dengan sendirinya, sementara fobia bisa terjadi selama bertahun-tahun
unsplash.com/Enis Yavuz

Misalnya saja, kamu takut nonton film horor karena ada sosok zombi di dalamnya. Kemudian karena kamu sering menontonnya, perlahan-lahan rasa takut itu memudar bahkan kamu malah jadi berani menontonnya berulang-ulang. Sementara, meski pemicu gak ada di depan mata, pengidap fobia bisa mengalami rasa takut yang terus menerus, bahkan bisa bertahun-tahun.

Adapun, penginap fobia akan merasakan ketakutan, kecemasan, dan kepanikan yang berlebih. Bahkan itu menimbulkan respons fisik, seperti berkeringat, berdebar-debar, sesak napas, gemetaran, dan mual-mual. Bahkan jika sudah parah, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Rasa takut terjadi di segala usia, sementara fobia biasanya terjadi pada anak-anak atau remaja lalu berlanjut hingga dewasa

unsplash.com/Sebastiaan Stam

Karena rasa takut adalah respons manusia yang wajar, tiap golongan usia wajar mengalaminya. Namun, kalau fobia biasanya muncul di usia anak-anak atau remaja, kemudian fobia itu terus ada hingga ia dewasa.

Jadi, tahu kan sekarang kalau takut dan fobia bukan sinonim semata. Ketahui perbedaannya dengan saksama. Sudah tentu kalau kamu punya fobia dan merasa terganggu dengannya, kamu perlu konsultasi pada ahli. Salam sehat jiwa!

https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/beda-rasa-takut-dan-fobia/full

Tidak ada komentar: