PPDB

PENDIDIKAN..... SDN1KARANGSENTUL......BERILMU, BERKUALITAS, BERLANDASKAN IMAN ----------:SDN1Karangsentul.com......Informasi Pengetahuan Populer,dan Edukatif

X

...

Kamis, 05 Oktober 2017

Rabu, 08 Maret 2017

KISAH NYATA : DOSEN DAN MAHASISWA

Suatu hari salah seorang dosen yang begelar doktor masuk ke salah satu ruang mahasiswa, yang kebetulan mata kuliah saat itu adalah tentang siroh Nabi saw. Untuk menguji wawasan atau pengetahuan mahasiswa tentang siroh Nabi saw, sang dosen mengajukan satu pertanyaan yang sangat simple kepada mereka yang saat ituberjumlah empat puluh mahasiswa.

“Sebutkan empat saja dari istri Nabi saw ”, kata sang dosen. Spontan salah seorang dari mereka mengacungkan tangan dan menjawab,Khadijah ya syaikh, bagus jawab syaikh sambil menghitung dengan jemarinya, lantas seorang mahasiswa lain pun memberi jawaban setalah mengangkat tangan, Aisyah ya syaikh, bagus, mumtaz, kata syaikh.

Lalu tiba-tiba semua mahasiswa terdiam, ya, empat puluh orang mahasiswa diam seribu bahasa, lantas sang dosen mulai menatapi mereka sambil mengulang-ulang kata “sungguh aneh” tidakkah kalian mengetahui rosul kalian..? tidakkah kalian mengetahui Ummahatul mukminin (istri-istri Nabi saw) lanjut syaikh.

Di saat suasana kelas terdiam, tiba-tiba salah seorang diantara mereka berkata, ya syaikh..!! ya,,sahutnya, saya teringat nama salah seorang dari istri Nabi saw katanya, siapa kata syaikh, Aminah jawabnya, Aminah itu ibunya, dia mengira Aminah itu istrinya, itu ibunya tegas syaikh, sang mahasiswa tadi pun terdiam karena malu.

Mereka kembali terdiam, sang syaikh merasa sedih (melihat realitapara mahasiswanya). Salah seorang dari mereka ingin menghilangkan kesedihan dan kekecewaan syaikh seraya berkata, ya syaikh..! aku teringat nama seorang istri Nabi saw, hah siapa tanya syaikh, mahasiswa tadi menjawab Fatimah, spontan sebagian mahasiswa lain tertawa dan sebagian lainnya merasa aneh sedang sebagiannya lagi tak ada reaksi apapun karena menyangka jawabannya benar, bahwa Fatimah adalah salah satu dari istri Nabi saw. Fatimah adalah putriNabi saw tutur syaikh. Sontak sang mahasiswa tersebut diam bahkan semua mahasiswa terdiam.
Kemudian syaikh bertutur lagi,

“Sebutkan lima nama pemain salah satu club sepak bola,” saat itusyaikh teringat dengan club korea, tapi syaikh mengira club ini terlalu mudah untuk dijawab, maka syaikh menyebutkan club yang menurutnya agak susah dengan harapan mereka tidak bisa menjawabnya,,, sebutkan diantara pemain bola club brazil? Lanjutsyaikh.

Sungguh menakjubkan ternyata mereka pada ngacung sambil berkata saya,,,saya,,saya,,mulailah nama-nama pemain brazil meluncur dari mulut2 mereka,, Ronaldo….dst, sang syaikh sambil menghitung dengan jarinya, jari tangan kanan habis pindah jari tangan kiri, tangan kiri habis balik lagi ke awal,,ternyata mereka telah menyebutkan lima belas nama pemain.

Sang syaikh bertanya, setahu saya pemain setiap club itu cuma 11orang.. kenapa kalian sebutkan 15 pemain…?

Para mahasiswa menjawab, kami sebutkan pemain inti beserta pemain cadangannya syaikh…
Yang aneh lagi kata syaikh,,, ketika mereka menyebutkan nama pemain bola itu, saya mengulangnya sambil menghitung dengan jari saya, ketika saya salah dalam pengucapan nama pemain tersebut, mereka teratawa (karena kebodohan sang syaikh terhadap nama pemain bola itu).. dan mereka membenarkan pengucapan ku,,, tegas sang syaikh.

Benarlah firman Allah: “Tidakkah mereka mengetahui rosul mereka…?”

Jangan kalian minta maaf……!!

para mahasiswa melihat wajah syaikh yang terlihat sedih,,, maka mereka meiminta maaf seraya berkata, ya syaikh jangan engkau cela kami, media telah menayangkan tentang mereka sehingga kami menghafalnya.

Jangan kalian minta maaf, tegas syaikh.. media punya hak untuk menampilkan kabar tentang mereka kehadapan kalian tetapi mereka tidak punya hak untuk mengharuskan kalian mengikuti acara, berita-berita serta menghafal nama-nama mereka, mengingat-ingat kisah2 mereka, menjadikan mereka topic pembicaraan di majlis2 kita….jelas sang syaikh..dst

Sebagaimana halnya media yang menayangkan berita olahraga,disana juga ada media-media yang menampilkan berita-berita tentang islam dan pengajaran-pengajaran yang baik dan bermanfaat.

Kenapa kalian tidak bersikap terhadap masalah keislaman seperti kalian bersikap terhadap media olahraga dan internet….!!?? Jangan kalian minta maaf…..tegas sang syaikh.
Saudaraku fillah…
Apakah kita seperti mereka…? Apakah kita lebih menghafal nama-nama bintang film daripada nama-nama para sahabat…? Apakah kita lebih tahu kisah-kisah para artis-artis dari pada kisah para pejuang islam..?

Setiap kita lebih mengetahui tentang diri kita sendiri…..

Keterangan:

@Ini adalah kisah Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-‘Arifi dengan para mahasiswanya di Riyadh@

@ Beliau adalah salah seorang syaikh yang sangat gencar mengecam pembantaian baik yang terjadi di Suriah maupun di Mesir. Beberapa waktu lalu beliau dipenjara oleh kerajaan Saudi Arabia dikarenakan beliau mengecam kudeta militer Mesir. Semoga Allah membebaskannya @
@ Kisah ini diterjemahkan secara bebas dari salah satu buku beliau tentang sirah Nabi Saw.

Silahkan dishare jika dipandang bermanfaat ... thanks.

Minggu, 14 Agustus 2016

Guru Harus Tahu Inilah Hasil Revisi Final Kurikulum 2013

Hasil Revisi Kurikulum 2013 edisi final 2016,
 Revisi K13 ini diyakini sudah final.
Sistem Penilaian dalam Kurikulum 2013 akan mengalami perubahan kembali, dari sistem satuan (1 - 4) dikembalikan menjadi puluhan (0 - 100) seperti pada sistem sebelumnya. Ini disebabkan karena banyaknya aduan dari Orang Tua Wali murid yang sulit mengerti dengan sistem Penilaian yang dilakukan seperti di Perguruan Tinggi.

Beberapa Perubahan Penilaian dalam K13 yang akan diterapkan dalam tahun ini antara lain :

Penilaian Sikap
Ketuntasan Belajar
Mekanisme dan Prosedur
Pengolahan
Laporan Hasil BelajarKonsep Penilaian
Tujuan penilaian:
Formatif(membentuk karakter dan perilaku, menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat); diagnostik(melihat perkembangan peserta didik dan feedback-koreksi pembelajaran), dan mengukur achievement/capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai:

Pengetahuan
Keterampilan dan
Sikap dan perilaku (attitude and behavior pembiasaan dan pembudayaan)

Proses penilaian: lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian

Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessmet for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Penilaian Untuk, Sebagai dan Atas Pembelajaran
Pengertian Penilaian Autentik
Penilaian Autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya

Tujuan Penilaian Authentic

Menjadikan siswa pembelajar yang berhasil menguasai pengetahuan
Melatih ketrampilan siswa menggunakan pengetahuannya dalam konteks kehidupannya
Memberi kesempatan siswa menyelesaikan masalah nyata
Prinsip Penilaian
Mendorong siswa berpikir krirtis dan menerapkan pengetahuan
Mengukur capaian kompetensi siswa
Penilaian berdasar kriteria (criterion-referenced)
Berkelanjutan, untuk perbaikan dan peningkatan
Analisa untuk tindak lanjut pembelajaran
Sesuai pengalaman belajar siswa
Prinsip Khusus Penilaian Authentic
Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.
Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.
Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.
Berbasis kinerja peserta didik.
Memotivasi belajar peserta didik.
Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik.
Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya.
Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Mengembangkan kemampuan berpikir divergen.
Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.
Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.
Terkait dengan dunia kerja.
Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.
Menggunakan berbagai cara dan instrumen.
Tujuan Penilaian
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik bertujuan untuk:Formatif (membentuk karakter dan perilaku, menjadikan pembelajar sepanjang hayat – to drive learning, terampil),

Diagnostik (melihat perkembangan siswa dan feedback-koreksi pembelajaran), serta
Achievement (mengukur capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran

Prinsip-prinsip Penilaian
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilakukan terhadap penguasaan tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran. Jadi bukan KOMPETISI
Penilaian kompetensi merupakan penilaian DISKRIT bukan KONTINU
Penilaian DISKRIT pada skala 0 – 100
Penilaian dalam bentuk deskripsi dengan klasisfikasi: tidak/atau kurang kompeten, cukup kompeten, kompeten, sangat kompeten

Kriteria Ketuntasan
Penilaian berdasarkan Acuan Kriteria: penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.
Ketuntasan kompetensi sikap dalam bentuk deskripsi minimal Baik.
Skor rerata untuk ketuntasan kompetensi pengetahuan ditetapkan minimal 60.
Capaian optimum untuk ketuntasan kompetensi keterampilan ditetapkan minimal 60.
Sekolah dapat menentukan batas ketuntasan diatas standar dengan mempertimbangkan aspek-aspek tertentu sesuai dengan karakteristik dan potensi sekolah
Nilai pengetahuan dan keterampilan menggunakan angka 0 - 100. (tanpa dilengkapi dengan predikat D-A )
Penyempurnaan pada Penilaian Kelas

Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan observasi yang dituangkan dalam catatan guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas yang berupa catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan.

Dalam pelaksanaan penilaian sikap diasumsikan setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik, sehingga jika tidak dijumpai perilaku yang sangat baik atau kurang baik maka nilai sikap peserta didik tersebut dianggap sesuai dengan indikator yang diharapkan.

Penilaian diri dan penilaian antar teman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.

Penilaian Sikap

Penilaian Sikap adalah penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran, di dalam kelas, dan di luar kelas untuk menumbuhkembangkan sikap, perilaku dan karakter setiap peserta didik.
Penilaian sikap Spiritual dilakukan dalam rangka membentuk sikap siswa agar mampu menghargai, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Penilaian sikap Sosial dilakukan utk membentuk sikap sosial siswa yang mampu menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam dimana mereka berada
Baca juga cara penulisan deskripsi sikap kurikulum 2013 revisi
ALUR PENILAIAN SIKAP
Langkah-langkah membuat rekapitulasi penilaian kompetensi sikap selama satu semester:

Guru MP, wali kls, dan BK melakukan penilaian sikap selama pembelajaran melalui pengamatan dengan mencatat setiap kejadian yang menonjol
Catatan hasil pengamatan sikap yang dilakukan oleh guru MP , wali kls, dan BK serta hasil catatan penilaian diri dan antar teman dikelompokkan ke dalam kompetensi sikap spiritual dan kompetensi
sikap sosial.
Buat deskripsi pada kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial yang sesuai dengan pencapaian peserta didik berdasarkan catatan observasi.
Deskripsi pada kompetensi sikap ditulis dengan kalimat positif berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan) aspek yang menonjol.
Deskripsi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial yang belum mencapai kriteria (indikator) dideskripsikan sebagai aspek yang perlu pembimbingan.
Deskripsi sikap setiap siswa oleh guru MP diserahkan ke wali kelas
Wali kelas mengolah deskripsi setiap siswa asuhnya untuk menjadi deskripsi sikap akhir
Wali kelas menulis deskripsi sikap setiap siswa pada rapor

sumber info Kurikulum 2013 Net
http://www.kurikulumnasional.net/2016/02/guru-harus-tahu-inilah-hasil-revisi.html