PPDB

PENDIDIKAN..... SDN1KARANGSENTUL......BERILMU, BERKUALITAS, BERLANDASKAN IMAN ----------:SDN1Karangsentul.com......Informasi Pengetahuan Populer,dan Edukatif

X

...

Rabu, 19 Desember 2012

Pupuk Rasa Cinta, Sayang Kepada Anak

Pendidikan di SDN 1 Karangsentul adalah pendidikan yang menyenangkan bagi anak, pendidikan dengan pendekatan kasih sayang kepada anak, sehingga anak merasa nyaman, betah, dan merasa sekolah adalah rumahnya. 

Sebagaimana tauladan kita semua Rasulullah SAW dalam mendidik keluarganya.
RASULULLAH S.A.W sangat penyayang terhadap anak, baik terhadap keturunan baginda sendiri ataupun anak orang lain. Abu Hurairah meriwayatkan, satu ketika Rasulullah mencium Hasan bin Ali.
Berhampiran ada Al-Aqra’ bin Hayis At-Tamimi yang sedang duduk. Lelaki itu kemudian berkata, “Aku memiliki sepuluh anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun daripada mereka.” 
Rasulullah segera memandang kepadanya dan berkata, barang siapa yang tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi.”

Sifat kasih sayang Rasulullah juga terserlah ketika bersolat di mana Baginda tidak melarang anak-anak mendekatinya. Hal itu diceritakan Abi Qatadah, “Suatu ketika Rasulullah mendatangi kami bersama Umamah binti Abil Ash iaitu anak Zainab, puteri Rasulullah.

Baginda meletakkannya di atas bahunya kemudian solat dan ketika rukuk.

Baginda meletakkannya dan ketika bangun daripada sujud, Baginda mengangkat kembali.”

Peristiwa itu bukan satu-satunya kejadian yang dirakam dalam sejarah.
Abdullah bin Syaddad juga meriwayatkan daripada ayahnya bahawa, “Ketika waktu solat Isyak, Rasulullah datang sambil membawa Hasan dan Husain.

Baginda kemudian maju (sebagai imam) dan meletakkan cucunya kemudian takbir untuk solat. Ketika sujud, Baginda memanjangkan sujudnya.

Ayahku berkata, “Saya kemudian mengangkat kepala dan melihat anak kecil itu berada di atas punggung Rasulullah yang sedang bersujud. Saya kemudian sujud kembali.”

Setelah selesai solat, orang-orang pun berkata, “Wahai Rasulullah, saat sedang sujud di antara dua sujudmu tadi, engkau melakukannya sangat lama, sehingga kami mengira terjadi peristiwa besar atau turun wahyu kepadamu.”

Baginda kemudian berkata, “Semua yang engkau katakan itu tidak terjadi, tapi cucuku sedang bermain di belakangku, dan aku tidak suka menghentikannya sampai dia menyelesaikan keinginannya.”

Usamah bin Zaid ketika masih kecil mempunyai kenangan manis dalam pangkuan Rasulullah. “Rasulullah pernah mengambil dan mendudukkanku di atas pahanya dan meletakkan Hasan di atas pahanya yang lain, kemudian memeluk kami berdua dan berkata, “Ya Allah, kasihanilah keduanya, kerana sesungguhnya aku mengasihi keduanya.”

Begitulah sikap Rasulullah kepada anak-anak. Secara halus, Baginda memberi contoh bagaimana anak perlu diberikan penuh rasa cinta, kasih sayang dan kelembutan.

Sikap tidak mencontohi Rasulullah adalah kesilapan besar ibu bapa terhadap anaknya. Antara kesilapan yang dilakukan ibu bapa ialah:

1. Memaki dan menghina anak.

Bagaimana yang dikatakan menghina iaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya.

Lebih teruk lagi jika itu dilakukan di hadapan teman si anak.

Termasuk dalam kategori itu adalah memberi nama kepada anak dengan nama buruk. Seorang lelaki pernah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kederhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil anak orang tua itu dan mengherdiknya atas kederhakaannya.

Tidak lama kemudian anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orang tuanya?” “Betul,” jawab Umar.

“Apakah hak anak?” “Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya al-Quran,” jawab Umar.

“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; dia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajarku satu huruf pun dari al-Quran,” kata anak itu.

Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kederhakaan anakmu, padahal engkau derhaka kepadanya sebelum ia menderhakaimu. Engkau berbuat buruk kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu.”

Rasulullah sangat menekankan supaya kita memberi nama yang baik kepada anak.
Abu Darda’ meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.”

Sebab itu, Rasulullah kerap mengganti nama seseorang yang bermakna jelek dengan nama baru yang lebih baik atau mengganti gelaran yang buruk kepada seseorang dengan yang lebih baik dan positif.

Contohnya, Harb (perang) menjadi Husain, Huznan (yang sedih) menjadi Sahlun (mudah), Bani Maghwiyah (yang tergelincir) menjadi Bani Rusyd (yang diberi petunjuk).

Rasulullah memanggil Aisyah dengan nama kecil Aisy untuk memberi kesan lembut dan sayang.


2. Melebihkan seorang anak daripada yang lain.

Sikap itu adalah salah satu faktor putusnya hubungan silaturahim anak dengan ibu bapanya dan punca permusuhan antara saudara.

Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebahagian hartanya untukku. Ibuku, ‘Amrah binti Rawahah kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehingga menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku.

Rasulullah berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.

Puncak kezaliman kepada anak ialah ketika ibu bapa tidak timbul rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya.

Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemahuan anak. Apalagi tidak bijak itu pun bukanlah dosa dan kejahatan.


3. Mendoakan keburukan buat anak

Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah bersabda, ada tiga doa yang dikabulkan doanya: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua ke atas anaknya.

Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Jika seorang ibu sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan celaka, melaknat dan memaki anaknya maka sesungguhnya, ibu itu adalah wanita yang paling kejam.

Setiap doa buruknya, setiap ucapan laknat yang keluar dari lidahnya, dan setiap kata maki yang diucapkannya boleh termakbul lalu menjadi hukuman ke atas dirinya.

Cuba hayati kisah ini pula. Seseorang pernah mengadukan mengenai anak lelakinya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.”
Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merosakkannya.” Nauzubillah!


4. Tidak memberi pendidikan kepada anak

Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina.

Sesungguhnya anak yatim adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.”

Perhatian tertinggi ibu bapa kepada anaknya ialah memberi pendidikan yang baik dan jika gagal, ia adalah kejahatan orang tua terhadap anaknya.

Jika mereka gagal memberi pendidikan terbaik kepada anak maka ibu bapa itu melanggar perintah Allah. Dalam surah Thaha ayat 132 Allah berfirman yang bermaksud: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan solat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

Rasulullah bersabda, “Ajarilah anak-anakmu solat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila tidak melaksanakan solat) pada usia sepuluh tahun.”



http://mzulkamal.blogspot.com/2012/10/pupuk-rasa-cinta-sayang-kepada-anak.html

Kisah Nyata: Kisah Istri Sholihah



Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur'an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira "morning sickness" karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya. 

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

***

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. "Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas." Mereka memang saling memanggil dengan "Ummy" dan " Abi" . sebagai panggilan mesra. "kenapa Mi ?" Yaqin agak panik "Semua terlihat kabur." Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

***

"Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya.." pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

"Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur'an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang."

"Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur'an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

"Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan"

"Itu tandanya Ummi akan segera sembuh." Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. "Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran."

"Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok" jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

"Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi."

"Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi."

"Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??" Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

***

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

"Ada apa dengan istriku??." tanyanya setengah membentak. "Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali." jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya. 

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

"Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?" "Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi." Hatinya seakan berkecamuk. "Doanya yang banyak ya Bi" "Pasti Ummi" "Jaga dan rawat anak kita dengan baik."

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

"Pak, ini jenazah baik." kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. "Dari mana ibu tahu???" "Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini." "Subhanalloh…"

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)." (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

***

"Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana" Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Subhanallah...
  
http://arrahmah.com/read/2011/11/14/16357-kisah-nyata-kisah-seorang-istri-yang-shalihah.html
sumber: kafemuslimah

Apakah, 3 X 7 = 27 Artinya Jangan Memperdebatkan Sesuatu Yang Tak Berguna

Di suatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang GURU yg sangat dihormati karna tegas jujur. Suatu hari, dua murid menghadap GURU. Mereka bertengkar hebat nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3×7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21, murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta GURU sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka , sambil si bodoh mengatakan : “jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh GURU , tetapi jika kamu yang benar ( 3 x 7 = 21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri., hua ha ha …..”, demikian si bodoh menantang sambil tertawa dengan sangat yakin dengan pendapatnya.

“Katakan GURU mana yang benar?” tanya murid bodoh. Ternyata GURU memvonis cambuk sepuluh kali bagi murid yang pandai (orang yang menjawab 21).

Si murid pandai protes. Sang GURU menjawab: “Hukuman ini Bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk KETIDAKARIFAN-mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3×7 adalah 21!!”

Guru melanjutkan: “Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada GURU harus melihat satu nyawa terbuang sia sia!”

~

Intinya adalah..

Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan, sebab dengan sadar kita membuang waktu energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya?

Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga/kolega. Berdebat atau bertengkar untuk hal yangg tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya untuk kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Diam bukan berarti kalah, bukan? Memang bukan hal yang mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.

Ternyata, dalam perdebatan yang tak berguna itu. Seharusnya tidak kita pedulikan saja. Lagipula, sudah membuang waktu, energi, dan tak menghasilkan apa-apa. Waktu kita terlalu berharga tau! Sayang dibuang untuk hal yang seperti itu. Sudahlah, mendingan kita diam aja.. Terus ingat Allah deh ^^

http://www.indahislam.com/apakah-3-x-7-27/

Kisah Nyata di Amerika, Bukti Keutamaan Ayat Kursi




Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt. Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya , wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Iia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu? Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat : “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda. Aku melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.

***
Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain.


Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar berkata, ”Yang paling baik digunakan untuk melawan jin yang masuk ke dalam tubuh manusia adalah dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan bacaan Al Qur`an. Dan yang paling besar dari itu ialah bacaan ayat kursi, karena sesungguhnya orang yang membacanya akan selalu dijaga oleh penjaga dari Allah, dan ia tidak akan didekati oleh setan sampai Subuh, sebagaimana telah shahih hadits tentang itu”. 

   
http://www.atjehcyber.net/2012/07/kisah-nyata-di-amerika-bukti-keutamaan.html#
[Alamul Jin Wasy Syayathin, hlm. 180, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, Penerbit Darun Nafais].